phone Phone
+62217992905
close
menu

PT Citrakansa Emeralindo

  • Survei Pemetaan Logam Emas
  • Survei Pemetaan Logam Emas
  • Survei Pemetaan Logam Emas
  • Survei Pemetaan Logam Emas

Deskripsi Jasa Survei Pemetaan Logam Emas

Cara Eksplorasi atau Pemetaan Geologi / Survei Geologi / Survey Geology  Sumber Daya Mineral

Kata eksplorasi kadang agak asing terdengar oleh masyarakat umum yang menggelola tambang emas secara tradisional.

Kata "eksplorasi" sendiri menurut sumber wikipedia  disebut juga penjelajahan atau pencarian atau adalah tindakan mencari atau melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi. 

Pengertian eksplorasi di "Abad Informasi dan Spiritual" saat ini, juga meliputi tindakan pencarian akan pengetahuan yang tidak umum atau pencarian akan pengertian metafisika-spiritual; misalnya tentang kesadaran (consciousness), cyberspace atau noosphere.


Namun untuk dunia tambang emas maka kata eksplorasi dapat kami artikan sebagai tindakan mencari bahan galian emas dengan metoda-metoda ekaplorasi, untuk mengetahui kadar dan jumlah yang ekonomis untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Dari definisi yang dibuat oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) :

Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menentukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukannya penambangan.

Secara umum, eksplorasi mineral dimulai dengan pemilihan area yang berpotensi secara geologi atau secara ilmu batuan yang mengarah ke kandungan logam yang bernilai ekonomis.

Pemetaan geologi lapangan dilakukan untuk memetakan Satuan batuan lokal dan indikasi singkapan batuan yang mengarah kepada bahan galian logam dan batubara.

 

Setelah ditemukan indikasi batuan yang mengandung logam dan batubara maka daerah yang berpotensi memiliki cadangan mineral pun lebih mudah diidentifikasi. 

Geologist akan melakukan diagnosis namun untuk mengetahui penyebaran kedalaman tertentu maka mineral yang terendapkan apa diperlukan survey geofisika. 

Sehingga dibutuhkan geophysicist bertindak sebagai radiologist.

Dengan mengukur parameter fisik dari suatu area, geophysicist lalu membuat pemodelan seperti apakah struktur dalam bumi pada area tersebut. Untuk menentukan struktur yang terdapat di bawah bumi. 

Untuk menentukan ada atau tidaknya konsentrat mineral pada area tersebut, digunakanlah metode geolistrik, aeromagnetik, dan/atau elektromagnetik.

Pada metode geolistrik, tahanan jenis atau resistivitas dari suatu batuan atau mineral dapat diidentifikasi.

Setelah pemodelan geologi dan geofisika dilakukan, pengeboran dilakukan di beberapa titik yang telah ditentukan untuk memastikan bahwa pemodelan yang dilakukan sudah sesuai. Dari pengeboran ini kita dapat mengetahui batuan apa saja yang terdapat dari suatu titik bor dan mineral yang terkandung.

 

Mengapa tidak melakukan pengeboran dari awal? Karena biaya untuk melakukan pengeboran di suatu titik itu sangat mahal dan apabila tidak mendapatkan hasil maka akan berdampak banyak pada biaya dan lingkungan. 

Survei geofisika dilakukan untuk mempersempit area penelitian untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti dan efisien. Setelah tahap eksplorasi dan evaluasi potensi ekonomi dilakukan, maka produksi pun dilakukan untuk mengambil dan mengekstrak hasil tambang yang diperlukan.

Untuk memudahkan proses penambangan maka sangat diperlukan survei / survey pemetaan geologi, studi geologi pendahuluan untuk menetukan titik lokasi berpotensi terdapatny akumulasi mineral logam emas dan batubara.

Jadi INGAT tambang INGAT eksplorasi dan INGAT pemetaan geologi.

Kirim Pertanyaan Anda ke PT Citrakansa Emeralindo mengenai Survei Pemetaan Logam Emas

Isi Kode Security: